Selasa, 25 Oktober 2016

SANAH HELWAH SAYANG



SANAH HELWAH SUAMIKU...
Selamat Ulang tahun suamiku…Mabruukk..Mabruukk

Menginjak usia seperempat abad ini, jatah umur semakin berkurang ya sayang..
Semoga Alloh senantiasa memberikan keberkahan dalam hidupmu….

Semakin istiqomah ,semangat  dan jangan lelah mengejar cintaNya…
Terbangkan mimpimu setinggi langit dan aku akan mendoakanmu…
Kau adalah hadiah yang sempurna dari Alloh untuk ku. Aku mencintaimu lebih dan lebih dari setiap tahun yang telah lalu. Selamat ulang tahun untukmu, suami tercinta!!!

                                                                                          yang kau slalu bahagiakan
                                                                                                                                                     Istrimu

Minggu, 23 Oktober 2016

HAPPY ANNIVERSARY FOR US..



HAPPY ANNIVERSARY FOR U

11 Oktober kemarin tepat satu tahun yang lalu kalimat janji suci terucap. ( Telat ya..hehe baru sempet nulis soalnya..)

Melangitkan syukur atas nikmat yg Alloh karuniakan kepada kita...Memilikimu adalah anugerah…

Terimakasih atas satu tahun kebersamaan kita. Mendampingimu adalah kebanggaan buatku. 
Akui ngin mendampingimu dari titik terendah dan kita terus berjuang bersama hingga titik puncak yang tak ada ujungnya.

Satu tahun ini adalah rangkaian pembelajaran berharga merajut rumah tangga. Begitu juga tahun-tahun selanjutnya. Karena pada hakikatnya hidup ini adalah rangkaian pembelajaran. 

Maafkan aku yang tidak bisa mengimbangimu,aku yang tak bisa mengimbangi kesabaranmu, semangatmu dan kesholehanmu. Karena aku masih belajar.
Pernikahan kita masih sangat dan teramat sangat muda. Tetap selalu istiqomah dalam kebaikan dan menjadi lebih baik pada tahun-tahun selanjutnya.


InshaAlloh kita akan menua bersama. Semoga Alloh meridhoi.
Happy anniversary suamiku…
Uhibbuka fillah…….

Kamis, 29 September 2016

KEAJAIBAN DIBALIK IJAB QOBUL


“ Nduk tenang aja…Mas mu ini akan menjadi garda paling depan membela nduk..paling depan melindungi nduk..” katanya dengan antusias dan menggebu-gebu. Sore itu aku cerita sedikit permasalahan dengan teman kantor.
“Nduk gak usah takut… ada mas kok. Mas akan selalu bersama nduk. Gak boleh ada satu pun yang nggangguin nduk. Siapapun itu dan apapun itu”. Katanya tepat wajahnya di depan wajahku. Kedua tangannya mengelus pipiku. Ku peluk dia erat-erat. Tak ingin segera kulepaskan.
Mendengar kalimat-kalimatnya terasa sejuk sekali.Nyaman.
“ Maaaaaaassssss…..kecoaaaaaa”.
“Mana..mana..mana...????”tanya dia sembari kepalanya mencari-cari ke kanan kiri..
“Waahhh..ini dia!. Kurang ajar ya kamu. Berani sekali ngangguin istriku. Nggak sopan!!! Tenang nduk..mas gak akan biarin kecoa nggangguin nduk ”. Setelah melewati pertarungan hebat (agak lebay) dia berhasil menangkap kecoa dan membuangnya keluar rumah sambil tertawa selayaknya monster yang berhasil menyerang ultraman.

Dari situ aku berpikir, pada hakikatnya tanggungjawablah yang menjadikan lelaki pemberani. Menancapkan jiwa pelindung secara otomatis. Karena tanggungjawab. Tanggungjawab itu bersumber dari lafal ijab qobul. Entah percaya atau tidak setelah ijab qobul dilafalkan akan muncul rasa tanggungjawab bagi suami terhadap istrinya . Terlebih setelah sungkem kepada ayah mertua semakin dalam lah rasa harus menjaga putrinya.
Hanya dengan satu kalimat tersebut telah membuat perubahan besar dalam hidup sepasang manusia. Sewaktu haji Wada’ Rasulullah saw.bersabda:
“Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah di dalam urusan perempuan. Karena sesungguhnya kamu telah mengambil mereka dengan kalimat Allah. Kamu telah menghalalkan kemaluan (kehormatan) mereka dengan kalimat Allah. Wajib bagi mereka (isteri-isteri) untuk tidak memasukkan ke dalam rumahmu orang yang tidak kamu sukai. Jika mereka melanggar yang tersebut pukullah mereka, tetapi jangan sampai melukai. Mereka berhak mendapatkan belanja dari kamu dan pakaian dengan cara yang ma’ruf.” [HR. Muslim]
 Isteri adalah amanah yang dititipkan padamu. Coba bayangkan, hanya dengan satu kalimat, “Kuterima ijab fulanah binti fulan dengan mahar sekian.” Sekali lagi, hanya dengan kalimat itu, lantas laki-laki menyandang peran sebagai suami kemudian memboyong isteri, memisahkan dia dari orang-orang yang selama belasan atau bahkan puluhan tahun mengasuh, mendidik dan membesarkannya. Hanya dengan kalimat itu saja, tercabutlah hak pengasuhan dan pengawasan orang tuanya. Karena seorang isteri, setelah menikah harus lebih mentaati suami daripada orang tuanya sendiri. Hanya dengan satu kalimat segala yang haram menjadi halal, segala yang jauh menjadi dekat.
Sungguh sulit dicerna oleh pikiran, seorang anak gadis yang telah belasan atau puluhan tahun dipelihara oleh orang tuanya, lalu hanya dengan satu kalimat, hak orang tua seketika berpindah ke tangan lelaki asing. Mungkin setelah itu sang anak gadis akan pergi meninggalkan orang tuanya, hidup bersama orang ‘asing’ yang telah menjadi suaminya.
Bagi seorang lelaki, wanitanya adalah harga dirinya. Artinya harga diri lelaki adalah ketika ia mampu menjaga istrinya, melindunginya dan membahagiakannya setelah ia berani mengambil seorang gadis dari orangtuanya. Kalau itu tak berhasil maka ia merasa tak memiliki harga diri.
Sadar akan perannya sebagai suami yang notabene pemimpin rumah tangga maka apapun ia lakukan demi tercipta keluarga yang harmonis.
Setidaknya itulah salah satu yang menjadikan adanya keajaiban di balik ijab qobul.
Karena aku pun merasakan itu..hehe.
#masihpengantenbaru
Wallohua’lam….




Asrama Putri
Rewrite Januari 2016



Rabu, 28 September 2016

MAMPUKAN HAMBA...

Duapuluh dua bulan kami saling mengenal. Meskipun jarak memisahkan. Cukup. Itu waktu yang sangat cukup untuk melangkah lebih lanjut…dengan pertemuan yang sangat limit. 

Aku gadis Kebumen yang menuntut ilmu di Jakarta, dia pria asli Bekasi yang menuntut ilmu di Jogjakarta. Uniknya kami dipertemukan oleh Tuhan di Bogor dalam acara workshop.

Hingga akhirnya….
Sabtu, 11 Oktober 2015…pukul 10.00 WITA
Jantungku berdegub kencang..
“Saya terima nikah dan kawinnya Retno Anggraeni binti Sunaryo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai “
Alhamdulillaaahh…..segala puji untuk Robbil ‘izzati yang telah menyatukan kami dalam sebuah ikatan suci...

Adalah moment terindah dalam hidupku..
Sebuah janji suci dari seorang laki-laki yang teramat berani.
Menikah dengan nya adalah keputusan bulatku. Demi Alloh janji Mu itu memang benar. Kau anugerahkan kedamaian hati pada jiwa-jiwa yang menyempurnakan agamaMu dengan menikah.

Robb…melangitkan syukur hanya untuk Mu…
Kau anugerahkan cinta kepada kami..saling mencintai..menyayangi sepenuh hati hanya karena untuk menggapai ridhoMu..

Namun Yaa Robb..
Sekarang  hamba menyandang peran baru..sebagai Istri..
Mampukah hamba menjalankan amanah baru ini…
Hamba bisa apa?
Sanggupkah aku?
Sanggupkan hamba Ya Robbi
Kan ku pindahkan baktiku dari orang tua menjadi kepada nya.. Suamiku…
Sanggupkan hamba bersimpuh dalam dalam ketaatan…
Sanggupkan hamba memanagement ego yang terkadang meledak-ledak…
Sanggupkan hamba berbakti kepada imamku sepenuhnya…
Sanggupkan hamba sebagai pencambuk semangatnya ketika futur melanda…
Sanggupkan hamba sebagai penyejuk jiwa penentram hati nya…
Sanggupkan hamba tetap menggandeng erat tengannya ketika terpuruk dan berlari kencang dengan penuh keoptimisan…
Sanggupkan hamba ya Robb…


Bimbing hamba agar sanggup menjadi bidadarinya..
Ku hanya ingin ridhoMu…
Membangun benteng rumah tangga dengan penuh keberkahan…hingga syurga kita bersama…
Aku mencintainya…segenap jiwa ragaku…karena Alloh…
Semoga Alloh memberkahi rumah tangga kita…terbingkai sakinah mawaddah warrohmah..
Amiiin…

mampukan hamba menjadi ibu panutan bagi anak-anak kami.. 
Menjadi figur bagi mereka... anak-anak yang menjadi generasi Robbani kelak...
Bimbing hamba...

Laa Haulaa walaaquwwata ilabillah ....


 
ReWrite: Oktober 2015

BANGUN DARI TIDUR PANJANG




Bangun setelah sekian lama terlelap ..

Belajar menulis lagi. Meskipun aku bukan orang yang lihai merangkai kata menjadikan kalimat (yang bagus dan berkualitas) tapi aku mencoba (lagi). Dulu pernah belajar menulis di blog M****p**y, tapi kemudian  blog tersebut dialihkan hanya untuk oneline shop, setelah itu aku berhenti belajar menulis. Sekian tahun kemudian (saat ini) aku terbangun dari tidur panjangku untuk menulis. Itu juga karena pacar dunia akhiratku memaksaku bangun dengan membuatkanku akun di sini. Meskipun sebelumnya sudah dibuatkan waktu awal kenal tapi kita berdua lupa password. Finnaly dibuatkan lagi. 

Well...seamburadul apapun tulisan yang penting nulis. Whatever tema nya. Karena kata pacarku menulis itu membumikan sejarah. Tulisan kita membuktikan bahwa kita ada di dunia ini. Ahhh....okelah karena aku ada maka aku menulis.

Terimaksih pacarku yang sekarang menjadi mantan pacar ( suami ) karena sudah memaksaku utk bangun.
dan aku suka itu.